Skip to main content

Review: Bumbu Inti Kokita A, B, C, D

Masakan Indonesia sebetulnya gak ribet, karena bumbunya ya itu-itu aja, gak akan lepas dari bawang merah, bawang putih, ya gitu deh.

Pernah suatu hari terdampar disalah satu halaman web yang sedang bahas tentang bumbu inti Indonesia, dan aku jadi malah teringat tukang penjual bumbu basah jadi di pasar.

Ya tinggal bilang aja ke penjualnya, misal "bumbu semur", "bumbu rendang", atau apa aja, nanti sama si penjual langsung dibuatkan racikan bumbu yang di butuhkan.

Berarti selain harus pinter dagang, juga harus pinter masak ya kalau mau jadi penjual bumbu 😁

Baru lah setelah aku baca ulasan nya, aku tahu bahwa bumbu-bumbu yang dijual itu disebut bumbu inti.

Sekilas tentang bumbu inti, bahwa ada 3 jenis bumbu inti yang selalu di pakai di apa pun jenis masakan Indonesia,  yaitu:

  • Bumbu Inti Putih
Bumbu inti putih warnanya sesuai namanya putih, isinya terdiri dari bawang merah, bawang putih, dan kemiri. Kalau mau masak-masakan tinggal aja ditambah bumbu pelengkap apakah itu jahe, laja atau apa pun itu tergantung masakannya. Masakan yang pakai bumbu inti putih sebut saja lodeh misalnya, tinggal ditambahin santan, dan bumbu geprek.
  • Bumbu Inti Kuning
Bumbu inti kuning, adalah perpaduan dari bumbu inti putih ditambah kunyit. Seperti biasa, sisanya tinggal tambah-tambah aja mau itu pakai salam, sereh, dan sebagainya. Contoh masakan yang pakai bumbu kuning seperti kari.
  • Bumbu Inti Merah
Nah, kalau yang ini semua pasti udah bisa tebak, gak akan jauh-jauh dari cabai. Ini perpaduan bumbu inti putih dan cabai yang dihaluskan. Biasanya untuk rendang, dan semua yang bernuansa cabai. 

Nah itu tadi bumbu inti Indonesia yang menjadi core masakan-masakan Indonesia. Yang jadi masalah, bagaimana kalau masakannya gak perlu pakai kemiri, misalnya bikin sayur sup ayam. 

Aku mulai deh cari-cari, eh ternyata bumbu Kokita punya varian yang bawang aja kaya gini. Jadi dia punya empat jenis, yang dikasih judul Inti A, B, C, dan D. 

Bumbu Inti
Hmm.. Kelebihan pakai bumbu inti sih cuma dari tingkat kepraktisan ya, kalau aku sih kadang-kadang aja pakainya, karena pada prakteknya bumbu apa pun gak bisa flat, bisa bawang merahnya lebih banyak, bisa bawang putihnya yang lebih banyak, dan lain-lain. 

Kalau pakai bumbu inti, ya segitu-segitu aja, dan kalau menurut aku pribadi takutnya rasa masakannya jadi sama semua 😂

Dan buat yang gak bisa masak, bumbu inti ini sangat menolong, apa lagi kalau pakai bumbu inti kayak misal Kokita didalamnya udah ada resepnya juga, biar gampang aplikasikan bumbu nya di masakan. 

Penasaran aja sama rasa akhir bumbu Inti versi Kokita ini, dan aku coba eksekusi bumbu Inti A, sebelumnya ini dia unboxing bumbu Inti A Kokita:

Bumbu Inti A Kokita
Bumbu inti A Kokita adalah bumbu yang mayoritas bercabe. Didalam resepnya ada 6 jenis masakan yang bisa diaplikasi pake bumbu inti A ini, dan aku coba bikin resep sambal goreng. Ini dia penampakannya:

Sambel Goreng
Aku sengaja gak pakai bumbu apa-apa, biar terasa rasa ini itu nya. Dan kalau menurut aku, rasanya lumayan sih, ya walaupun emang tetap ada rasa khas "bumbu jadi" entahlah, sulit didefinisikan rasa apa, cuma kalau udah terbiasa coba bumbu jadi dari beragam varian pasti bakal dapet tuh rasa "khas" nya, even mau masak apa pun.

So, sejauh ini aku lumayan cocok pakai bumbu ini, dan kalau masak sambel goreng kayana akan lebih nendang lagi rasanya kalau ditambahin bawang merah, bawang putih, laja geprek, sereh geprek, dan salam.

Kalau di panduan resepnya cukup ditambah santan aja katanya. Selain di sualayan, kamu juga bisa beli online biar lebih simpel gak usah ke mana-mana, kalo aku belinya suka disini, harganya sekitar 6 ribu saja.


Comments

Popular posts from this blog

Review Produk Fibrefirst: Fibrefirst Menurunkan Berat Badan?

Aku begitu syok saat melihat timbangan menunjukan angka 66 kilo, kalau orang hamil sih masih mending, nah ini kan nggak...huaaaaaa. Akhirnya aku bertekad untuk diet mulai hari ini (walaupun kenyataannya ya gitu deh... 😁). Secara pribadi aku tuh kalau diet berasa gimana gitu kalau makan obat-obatan pelangsing, bawaannya takut aja..hehe. Sampai akihnya aku ketemu satu produk namanya Fibrefirst. Entah kenapa jadi terilhami aja beli produk ini, gegara ada kata-kata "serat". konon katanya kalau mau turun berat badan itu harus mengkonsumsi minuman atau makanan berserat tinggi. Daftar Isi : Harga Fibrefirst Komposisi Fibrefirst untuk diet Fibrefirst menurunkan berat badan Harga Fibrefirst Pendek cerita aku coba beli, harganya yah lumayan juga, aku beli 2 pak yang masing-masing isinya tuh 5 buah, plus botol shaker itu sekitar 140 ribuan di Shopee, itu tuh lagi diskon, kalau gak diskon mungkin sekitar 200 ribuan. Tapi ya anggaplah beli minuman boba, yang satu gelas biasa di ju

Review: Keju Kraft All In One

Kraft adalah keju pertama yang aku kenal, dulu itu ada keju judulnya "Qeju" dan rasanya menurut aku sama banget kaya Kraft keju cheddar, aku pikir Qeju udah ganti nama, ternyata nggak dan kayanya satu pabrik sama Kraft, merek Qeju emang agak jarang. (Keju Kraft All in one) Kalau di lihat-lihat keju Kraft emang agak pricey di kelasnya, kalau merek lain ada yang bisa jual harga keju sejenis under 15K, keju Kraft dengan jenis keju yang sama "Cheddar" itu sekitar 17K, apalagi kalo varian quick melt bisa di atas 20K. Karena itu, kadang ibu-ibu yang dituntut pinter berhitung, kebanyakan pasti milih yang murah dong apalagi kalau rasanya gak beda jauh (pengalaman banget...hehe). Mungkin karena melihat trend pasar yang seperti itu, akhirnya Kraft mengeluarkan varian keju Kraft ekonomis yang dikasih judul Kraft All in One. Mungkin maksudnya All in One, harga yang terjangkau bikin keju Kraft bisa dinikmati semua orang. Dan pastinya bisa digunakan sebagai keju serbaguna, dan

Review: Royco Kaldu Jamur Non MSG

Wah.... sekarang kaldu jamur tanpa penguat rasa makin banyak pilihan... tidak hanya kaldu jamur Totole (sudah jadi favorit selama bertahun-tahun..🤭), ternyata brand yang udah ga asing lagi di dunia permasakan juga mengeluarkan versi kaldu "tanpa MSG". Padahal umumnya kaldu-kaldu semacam ini sarangnya MSG ya..😅 Gak ada masalah juga sih sama MSG, tapi kalau aku pribadi selama ada kaldu sejenis tanpa MSG pastinya aku pilih opsi ini. Kebetulan banget Royco udah bukan merek kaleng-kaleng buat menambah citra rasa makanan, makanya seneng aja pas denger brand ini mengeluarkan kaldu non MSG. Aku beli di official store nya disini , sering banget diskon, dan sekalian aja aku beli buat keperluan dapur lainnya, biar praktis gak usah antri di kasir supermarket.   (Royco Kaldu Rasa Jamur) Dari bungkusnya ini warna hijau gitu, beda sama kaldu varian lainnya yang pake MSG, warnanya merah. Entah ini sengaja lebih "green" karena lebih alami atau gimana, gak ngerti juga. Tapi so far

Review: Mamasuka Spicy Topokki

Ini sepertinya akan menjadi camilan berikutnya kalau lagi konsen nulis novel ... hehe awalnya aku sama sekali gak kenal makanan-makanan Korea, sampe suatu ketika aku tiba-tiba keranjingan nonton Drakor..😝 Drakor dampaknya parah banget di aku, selain bikin ide tulisan aku jadi mengalir (apa lagi kalau pas ngerjain gendre romance), makanan-makanna yang tampil di film nya langsung bikin nelen ludah semua, pengen coba T.T Selain itu juga, dampak lainnya aku jadi hobi juga coba-coba masak makanan Korea, meskipun kadang rasa autentiknya ya ngira-ngira juga, semoga aja bisa kesampaian pergi ke Korea ya buat ngerasain rasa aslinya.. Aamiin (kenceng banget dah). ini salah satu resep yang pernah aku publish juga di salah satu medsos permasakan: Korean Chicken Rice Bowl . kalau menurut aku sih rasanya enak 😊. So, hari ini aku mau review salah satu makanan Korea produk lokal, tapi rasanya menurut aku bersaing sama produk-produk import yang pernah aku coba. Daftar Isi : Unboxing Topokki Harg

3 Tips Pertolongan Pertama pada Masakan Keasinan

(gambar: www.georgeinstitute.org) Bahkan seorang chef profesional sekali pun tak akan lepas dari “musibah” di dapur. Musibah disini bisa dari musibah besar seperti kebakaran maupun musibah kecil seperti bentuk dan rasa masakan tak sesuai semestinya. Yang paling sering terjadi adalah masakan terlalu asin, padahal masakan itu harus segera dihidangkan, dan tidak mungkin untuk memasak ulang dari awal. Moms, kalau aku pribadi, hal ini cukup sering terjadi, garam dimasukan kemudian pas dicicipi asin sampai membakar lidah..hehe hal ini biasanya kalau aku ganti merek garam, karena faktanya kadar asin garam ternyata berbeda-beda ya. Makanya belakangan aku lebih suka masakan diberi sedikit garam, meskipun akhirnya jadi hambar, tapi paling tidak, saat akan makan bisa di tambah garam sesuai selera. Dari pada ketika masakan terlalu asin, karena kebanyakan garam. Tapi tak perlu kebakaran jenggot kalau ini terjadi di dapur bu ibu, semua ada solusinya. Dan yang pasti gak harus membuang ma