Skip to main content

3 Tips sukses membuat jajanan pasar: Drama Kue Cucur

Pada tahu "kue cucur" kan? Aku sih bilangnya gitu, pokoknya intinya itu kue yang dari tepung beras dan gula merah yang diaduk, terus digoreng. Kelihatannya kaya simpel ya, tapi buatnya gak segampang itu, bestieeeee... T.T Cerita di mulai, saat salah satu platform (sebut saja Yummy app... eits, ketahuan dong...hehe gak apa-apa sekalina promosi) tempat aku rajin bikin-bikin konten masak, kasih tantangan buat bikin makanan khas nusantara. Memeriahkan 17an gitu.... Dan tetiba kue cucur begitu aja split diotakku. Padahal makan aja cuma kadang-kadang apa lagi bikin. Jadi judulnya nekat. Tapi... sambil deg-degan takut gagal, tetep gaskeun buat maju pantang mundur (untungnya bukan ikutan Masterchef, kalau ya...kayanya udah macam makanan yang langsung dilepehin juri...hehe) Dan setelah sekian kali percobaan di wajan akhirnya, taraaaa... gak buruk sih: ( Kue Cucurku yang penampakannya lumayan menggoda) Sayangnya, sisa lainnya yang gagal gak aku foto, takut dibuli netizen (canda...). Ha

Review: Tepung Sriboga Japanese Tempura

Makanan yang dimasak dengan lapisan tepung biasanya lebih nikmat, karena garing dibagian luar dan juicy dibagian dalam.

Semua bahan sebetulnya cocok-cocok aja dimasak dengan lapisan tepung, gak hanya ayam,  tapi bisa juga udang, cumi, hingga sayuran.

Namun khusus udang, cara masak dengan dilapisi tepung biasa disebut juga Tempura. Dalam bahasa Jepang Tenpura atau mencelupkan aneka sayuran, atau bahan lainnya ke dalam tepung.

Sedangkan satu lagi ada yang disebut Furai atau kata lain dari deep fry biasanya lapisan nya suka ditambah dengan tepung roti.

Untuk memasak udang Tempura adonan tepung bisa meracik sendiri, bisa juga menggunakan tepung isntan.

Banyak merek tepung instan untuk tempura, tapi ada juga yang diberi judul tepung serbaguna.

Menurut aku, kalau bukan pakai khusus tepung tempura hasil teksturnya jadi terlalu crispy, dan biasanya kalau pakai tepung untuk ayam crispy suka jadi rasanya sangat asin.

Untuk kali ini aku ingin share pengalaman pakai tepung tempura Sriboga, biasanya aku pakai tepung bumbu serbaguna dari brand Sasa, tapi tiba-tiba aku pengen coba dari Sriboga karena kebetulan ini non-MSG.

(Tepung Tempura Sriboga) 
Dari bungkusnya udah terlihat kalau ini tepung premiks premium, gak tau kenapa aku suka aja sama warna putih dan garis-garis silver di kemasannya.

Pada bagian belakanya juga sudah tertera cara penggunaannya secara detail, yang menurut aku akan lebih Bagus lagi kalau ada resep-resep nya juga, kayak di balik kemasan brand-brand lainnya,  kan lagi musim banget tuh.

(Cara penggunaan dan komposisi) 
Dan akhirnya gak sabar pengen langsung eksekusi ✌πŸ˜€. Aku gak terpaku sama keterangan penggunaan yang di kemasan, jadi aku bikin suka-suka aku aja, tapi hasil akhirnya lumayan oke,  walopun kurang asin.

Yup, tepung Sriboga Tempura Udang ini emang kurang asin dibanding jenis tepung Sriboga crispy,  apa lagi sama tepung bumbu brand lainnya. Jadi saran aku, tambahin aja garam sedikit,  baik di tepung balurnya,  atau tepung untuk pencelup.

Setelah di goreng, warna keemasannya emang cukup mirip dengan yang ada di sampulnya.. Hehe dan rasa kriuk tempuranya dapet banget πŸ‘Œ. Dia gak keras, tapi cukup garing. Namun, berhubung gak terlalu keras, jadinya crispynya gak gitu tahan lama.

Untuk harga, dia emang lebih mahal dari brand lainnya, ya udah biasa kali ya.. Tepung ini kan menawarkan nilai "lebih" yakni non-MSG yang tentu ada konsekwensinya, bisa karena biar enak bumbunya di banyakin, jadi jatuhnya harga lumayan. Hmm.. Sekitar 7500 untuk kemasan 220 gr.

Untuk tampilan akhirnya dan rekomendasi resepnya, bisa langsung lihat di resep tempura udang aja ya 😊 so, untuk Tepung Sriboga Tempura Udang, aku kasih nilai:

🍀 Rasa : 4/5
🍀 Tekstur hasil maskaan: 5/5
🍀 Harga: 4/5
🍀 Tingkat kerenyahan: 4/5
🍀 Beli lagi: ya/ tidak/ mungkin

Untuk harganya beda-beda, berkisar 11 - 15 ribu, salah satunya aku suka beli disini, biar praktis gak perlu pergi-pergi ke supermarket.

Comments

Popular posts from this blog

Review: Keju Kraft All In One

Kraft adalah keju pertama yang aku kenal, dulu itu ada keju judulnya "Qeju" dan rasanya menurut aku sama banget kaya Kraft keju cheddar, aku pikir Qeju udah ganti nama, ternyata nggak dan kayanya satu pabrik sama Kraft, merek Qeju emang agak jarang. (Keju Kraft All in one) Kalau di lihat-lihat keju Kraft emang agak pricey di kelasnya, kalau merek lain ada yang bisa jual harga keju sejenis under 15K, keju Kraft dengan jenis keju yang sama "Cheddar" itu sekitar 17K, apalagi kalo varian quick melt bisa di atas 20K. Karena itu, kadang ibu-ibu yang dituntut pinter berhitung, kebanyakan pasti milih yang murah dong apalagi kalau rasanya gak beda jauh (pengalaman banget...hehe). Mungkin karena melihat trend pasar yang seperti itu, akhirnya Kraft mengeluarkan varian keju Kraft ekonomis yang dikasih judul Kraft All in One. Mungkin maksudnya All in One, harga yang terjangkau bikin keju Kraft bisa dinikmati semua orang. Dan pastinya bisa digunakan sebagai keju serbaguna, dan

Review: Royco Kaldu Jamur Non MSG

Wah.... sekarang kaldu jamur tanpa penguat rasa makin banyak pilihan... tidak hanya kaldu jamur Totole (sudah jadi favorit selama bertahun-tahun..🀭), ternyata brand yang udah ga asing lagi di dunia permasakan juga mengeluarkan versi kaldu "tanpa MSG". Padahal umumnya kaldu-kaldu semacam ini sarangnya MSG ya..πŸ˜… Gak ada masalah juga sih sama MSG, tapi kalau aku pribadi selama ada kaldu sejenis tanpa MSG pastinya aku pilih opsi ini. Kebetulan banget Royco udah bukan merek kaleng-kaleng buat menambah citra rasa makanan, makanya seneng aja pas denger brand ini mengeluarkan kaldu non MSG. Aku beli di official store nya disini , sering banget diskon, dan sekalian aja aku beli buat keperluan dapur lainnya, biar praktis gak usah antri di kasir supermarket.   (Royco Kaldu Rasa Jamur) Dari bungkusnya ini warna hijau gitu, beda sama kaldu varian lainnya yang pake MSG, warnanya merah. Entah ini sengaja lebih "green" karena lebih alami atau gimana, gak ngerti juga. Tapi so far

Resep Rarawuan Khas Sunda

Entah kenapa namanya disebuat "Rarawuan", kalau dalam bahasa Sunda "Rawu" itu artinya mengambil semua dengan seluruh jari tangan, mungkin kebalikan dari kata "comot", yang artinya kurang lebih diambil satu-satu, jadi menurut aku ya unik aja namanya..hehe Sebetulnya cemilan Sunda itu rata-rata sangat simpel bikin-nya, bahkan kadang hanya menggunakan 2-3 bahan, misal Rarawuan ini, sebetulnya bahan utamanya itu hanya tepung, kacang, dan kelapa parut. Di mana tiga bahan ini aja cukup sebetulnya, tapi kalau mau rasanya enak ya harus tambah bahan yang lain😁. Tapi ya bahannya ya standar-standar aja sih, dan pasti gampang di cari di warung sayuran. Kalau rasanya sendiri itu asin dan gurih, dan kalau kelapa parut nya banyak, akan terasa serat-serat kelapa parut nya yang menambah cita rasanya semakin enak. Ini jenis camilan yang mengenyangkan sih kalau menurut aku, dan juga sumber protein soalnya kan bahan bakunya pakai kacang. Jenis kacang nya itu kacang tolo, s

Review: Usagi Puff Gandum, Makanan Ringan Kaya Serat

Kegiatan ngemil emang sulit banget di hilangkan, khususnya buat aku.. apa lagi sambil nonton TV, gak berasa satu baskom popcorn abis (lebay..hehe). Kali ini aku pengen review salah satu cemilan baru (baru lihat maksudnya..). Namanya Usagi Puff Gandum, dari namanya lumayan bikin penasaran, gandum kalau dijadikan puff kaya apa ya. Selain itu gandum yang termasuk serealia, diklaim mengandung serat pangan yang cukup baik. (Usagi Puff Gandum) Kemasan, Harga, dan Informasi Nutrisi Sejauh ini aku cuma bisa temukan produk ini di supermarket dekat rumah dan di marketplace favorit aku disini . Dan iklannya juga tampaknya belum ada di TV, atau emang aku yang belum pernah nonton ya πŸ˜… Harganya cukup murah sekitar 7 ribu aja, kalau lagi promo, kadang bisa beli dua gratis satu. Harga segitu sih normal aja ya, sama aja kaya harga potato chips, dengan ukuran yang sama. Bungkusnya terbuat dari semacam plastik semi alumunium yang gampang ditekuk. Warnanya cukup ngejreng: orange. Mungkin ini merepresenta

Review: Gekikara Ramen Premium Extra Hot Chicken

Udah lama gak makan Gekikara Ramen, padahal ini salah satu mie ala-ala Korea-Jepang favorit aku, karena harganya relatif murah dibandingkan yang impor, dan rasanya sama-sama enak, and of course udah ada lebel halal. Ternyata untuk yang kali ini itu versi premium. Sebelumnya aku juga pernah review seri Gekikara Ramen lainnya, seperti Gekikara Remen Rasa Seafood Pedas Gekikara Ramen Goreng Extra Pedas (ini agak mirip ternyata beda),dan Nissin Gekikara Ramen Extra Hot Kuah . Awalnya agak feeling mungkin ini sama kaya yang dulu cuma beda kemasan, ternyata emang betulan beda, mulai dari tekstur mie, bumbu, dan lain-lain. Buat yang penasaran juga bisa beli di sini , kalo yang udah sering baca review aku pasti udah pada tahu kalo ini marketplace favorit aku, jadi jangan protes kalau aku keseringan belanja di tempat ini, dan hati-hati tar kamu kecanduan juga 😁 Daftar Isi : kemasan dan isi Jumlah kalori dan komposisi Rasa dan Aroma Kemasan dan isi Kalo dibandingkan sama kemasan lama,